ATTiny24A-SSU
Stok= 20 pcs
Pembelian lebih dari 2 unit, bebas ongkos kirim untuk JABODETABEK.
Pembelian lebih dari 5 unit, bebas ongkos kirim untuk JAWA.
*) pengiriman dengan tarif reguler.
ATTiny24A-SSU
Stok= 20 pcs
Pembelian lebih dari 2 unit, bebas ongkos kirim untuk JABODETABEK.
Pembelian lebih dari 5 unit, bebas ongkos kirim untuk JAWA.
*) pengiriman dengan tarif reguler.
Ultrasonik dapat digunakan untuk mendeksi suatu objek dan mengukur jaraknya tanpa harus melakukan kontak dengan objek tersebut. Untuk mengukur dan mendeteksi suatu objek, ultrasound dapat menggunakan dua metode yang biasa dipakai. Metode yang pertama, menggunakan gelombang kontinyu (continuous wave) dan gelombang pulsa (pulse). Prinsip dasar dari metode pulsa adalah mengirimkan sinyal pulsa yang berisi gelombang ultrasound, kemudian ada bagian elektronik yang mendeteksi sinyal pantul (echo) dan menghitung waktu yang dibutuhkan saat pulsa dikirim sampai echo dideteksi. Sinyal balik/echo dapat terjadi lebih dari sekali tergantung dari posisi objek yang dikenai.
Prinsip ultrasound juga dapat dipakai sebagai sensor gerak dan sensor untuk membuka suatu pintu secara otomatis. Kelebihan ultrasonik yang lain adalah, dapat menyebar sehingga dapat menjangkau area yang lebih luas dengan satu titik sensor.
Non-destructive Testing
Ultrasound dapat digunakan untuk memeriksa tanpa merusak suatu objek yang biasa disebut NDT. Ultrasound dapat mendeteksi kecacatan dan ketebalan suatu cacat berdasarkan prinsip echo. Frekuensi yang biasa dipakai untuk untuk proses NDT adalah 2 Mhz – 10 Mhz, pemilihan frekuensi ini sangat bergantung dengan pengaruh panjang gelombang terhadap material objek yang di periksa. Saat ini sudah berkembang peralatan untuk inspeksi baik yang manual maupun yang otomatis.
Ultrasound atau juga bisa disebut juga ultrasonik adalah berosilasinya tekanan udara yang memiliki frekuensi diatas ambang pendengaran manusia. Sebenarnya, ultrasound tidak terlepas dari gelombang suara pada umumnya, namun hanya berbeda pada beberapa nilai secara fisis. Secara umum, gelombang suara yang dapat didengar oleh manusia dewasa adalah berkisar antara 20 Hz sampai 20 kHz. Sementara itu ultrasound berada pada level frekuensi di atas 20 kHz sampai beberapa GHz.
Ultrasound digunakan pada banyak aplikasi, tapi pada dasarnya memiliki kesamaan tujuan yaitu mengukur jarak suatu objek dan mengetahui keberadaannya. Pada bidang kedokteran, salah satu aplikasinya adalah sonography yang berfungsi untuk imaging bagian tubuh/organ manusia yang berada didalam tubuh. Untuk aplikasi lain, bisa digunakan untuk inspeksi tanpa merusak (Non Destruktif Testing).
Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari sebuah artikel yang saya pelajari. Untuk dapat memahami dengan utuh, pembaca dapat merujuk pada tulisan aslinya. Untuk dapat memahami dengan mudah, tulisan ini akan saya sampaikan dalam beberapa sesi.
Suatu ketika kita akan dihadapkan dengan kondisi dimana kebutuhan port dengan jumlah pin yang tersedia pada sebuah mikrokontroller tidak sama. Dengan situasi lain, mungkin kita memiliki ide untuk dapat mengendalikan sebuah rangkaian logic dengan port mikrokontroller dengan jumlah sedikit. Pada kondisi ini, kita dapat menggunakan sebuah komponen yang memiliki prinsip serial to parallel. Sebagai contoh kasus, kita ingin mengontrol sebuah dot matrix display.
Artikel ini akan menjelaskan sedikit hasil eksperimen menggunakan port Atmel AVR dengan metode SPI dengan sedikit tambahan IC logic untuk mengedalikan LED dot matrix.
Umumnya sebuah mikrokontroller memiliki beberapa pin yang berfungsi sebagai port I/O dan sebagian lagi memiliki fungsi khusus seperti serial dan SPI yang digunakan untuk komunikasi. SPI memiliki tiga pin sinyal dan satu pin untuk memilih antara mengirim data dan menerima data. Transfer data sinkron berdasarkan sinyal clock yang mengikutinya secara sederhana. Eksperimen ini akan membantu untuk memahami cara kerja SPI, dengan menggunakan AVR ATmega88 sebagai master SPI dan beberapa komponen logic sebagai slave SPI.
1. 74HC595
74HC595 (HC595) adalah komponen yang memiliki fungsi sebagai shift register serial to parallel 8-bit. Beberapa pabrikan mengeluarkan komponen yang sejenis, dan pada eksperimen ini digunakan dari pabrikan Texas Instrumen dengan datasheet dapat dilihat disini.
2. Dot-matrix LED display
Pada eksperimen ini digunakan dot matrix LED untuk menampilkan cara kerja SPI. Komponen ini dapat dijumpai di toko elektronik terdekat. Pada eksperimen ini digunakan dua buah dot matrix dengan dua warna yaitu merah dan hijau, dengan mengacu pada datasheet didapatkan bahwa dot matrix adalah common katoda dengan Vf = 1,7V (merah) dan Vf=2,2V (hijau).
Berikut adalah library yang dapat digunakan pada Eagle.
(Anda dapat mendownload library dari url; → “8x8LED.lbr” made with Eagle 5.10.0 Linux)
Sekarang, perhatikan bagaimana mengendalikan LED grafik display. Secara sederhana, kita dapatkan 8 pin anoda untuk LED merah, 8 pin anoda untuk LED hijau, 8 pin untuk common katoda; jumlahnya adalah 24 bit. Dengan MCU yang berukuran kecil, kita akan kesulitan karena sedikitnya jumlah port. Pada artikel ini, kita akan menghubungkan 3 HC595 secara seri untuk membentuk shift register 24-bit dan mengontrolnya dengan SPI.
Bersambung…
Demikian, semoga bermanfaat.
Sumber:http://awawa.hariko.com/avr_spi_hc595_en.html
Port Serial adalah salah satu kelengkapan yang sampai sekarang masih ada pada sebuah PC. Port serial biasanya digunakan untuk menghubungkan sebuah device dengan PC. Walaupun kehadiran USB semakin mendominasi standar komunikasi antar device, namun komunikasi serial masih sangat familiar.
Dengan memahami komunikasi serial, kita akang dapat melakukan banyak hal, khususnya bagi engineer atau bagi hobbiest elektronika.
Penggunaan laptop saat ini juga cenderung mendominasi baik bagi kalangan praktisi elektronika maupun mahasiswa. Sehingga kehadiran port serial pada sebuah laptop sangatlah penting. Disisi lain, laptop yang dirilis saat ini tidak ada yang menyertakan port serial sebagai sebuah device komunikasi. Untuk mengatasi ini, dipasaran banyak dijual aksesoris USB to Serial yang harganya bervariasi dan relatif terjangkau.
Dengan aksesoris USB to Serial, Anda dapat menghadirkan port serial virtual pada laptop atau PC yang sebelumnya tidak ada. Bisa juga digunakan untuk menambah kebutuhan port serial. Untuk mengetahui keberadaan port serial pada sebuah komputer, kita bisa melakukan pengecekan melalui langkah berikut:
1. Klik kanan pada My Computer, pilih Manage

2.Pilih Computer Management–> System Tools–> Device Manager. Lihat pada group Ports (COM & LPT)
Pada contoh di atas, PC memiliki satu port serial onboard dan satu virtual serial port dengan ID chip Prolific.
Sekarang, bagaimana cara mendeteksi port serial secara otomatis menggunakan Visual Basic 2010?
Pada sesi ini diberikan contoh menggunakan VB 2010, namun saya sudah mencoba dan dapat diterapkan juga pada VB 2008.
Buat project seperti berikut:
1. Pilih New Project
2. Buat form berikut
3.Isikan coding berikut:
– Tambahkan komponen Serial Port dari group Components
– Pada Button1 (button Close)
[sourcecode]
Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
Dim Ingin As MsgBoxResult
Ingin = MsgBox("Apakah Anda akan keluar?", MsgBoxStyle.YesNo, "Keluar")
If Ingin = MsgBoxResult.Yes Then
Me.Close()
ElseIf Ingin = MsgBoxResult.No Then
Exit Sub
End If
End Sub
[/sourcecode]
– Pada button Disconnect
[sourcecode]
Private Sub btnDisconnect_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnDisconnect.Click
‘tutup koneksi Serial port, jika berhasil tampilkan indikator
Try
SerialPort1.Close()
btnConnect.Enabled = True
btnDisconnect.Enabled = False
Catch ex As Exception
MsgBox(ex.ToString)
End Try
End Sub
[/sourcecode]
– Pada button Connect
[sourcecode]
Private Sub btnConnect_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnConnect.Click
‘cek, jika status serial port open, tutp koneksi serial port
If SerialPort1.IsOpen Then
SerialPort1.Close()
End If
‘atur properti serial port
Try
With SerialPort1
.PortName = cbbCOMPorts.Text
.BaudRate = 115200
.ReadBufferSize = 500
.Parity = IO.Ports.Parity.None
.DataBits = 8
.StopBits = IO.Ports.StopBits.One
.Handshake = IO.Ports.Handshake.None
End With
‘open koneksi serial port
SerialPort1.Open()
btnConnect.Enabled = False
btnDisconnect.Enabled = True
Catch ex As Exception
MsgBox(ex.ToString)
End Try
End Sub
[/sourcecode]
– Pada Form1_load
[sourcecode]
Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
‘cek available serial port pada komputer
‘termasuk serial modem
For i As Integer = 0 To _
My.Computer.Ports.SerialPortNames.Count – 1
‘tambahkan ke dalam list combo serial port
cbbCOMPorts.Items.Add( _
My.Computer.Ports.SerialPortNames(i))
Next
‘disable button disconnect
btnDisconnect.Enabled = False
End Sub
[/sourcecode]
Berikut adalah hasil programnya.
Demikian, semoga bermanfaat.
kalo pake finger print (mesin absen sidik jari ) bisa bos ?
saya mau tanya , saya kesulitan untuk menaruh code yang sudah jadi di salah satu axis yang ada , semisal…
kapan dong mas diuploadnya?lagi butuh pencerahan banget ni mas.sy butuh bantuan mas ni.maf klo kedengaran sprt memaksa.makasih y mas. sy…
Sangat mungkin dilakukan. Dan secara sistem hanya membutuhkan sebuah mikrokontroller dan tambahan modem beserta interface dengan mikrokontroller. Ini kebutuhan selain…
source code mikrokontrolernya dong mas, sangat butuh ini sudah berminggu - minggu saya monitor koq belum di upload juga.....